HUMAN RESOURCES COLUMN |
Tips Survive Menjadi Karyawan Baru |
| Kamis, 02 September 2010 16:20 WIB |  Emy Trimahanani Editor Managementfile.com
| | |
Future Leader - Mutlakkah Program Pengembangan dan Pelatihan Karyawan? |
| Minggu, 29 Agustus 2010 19:00 WIB |  Melva Emsy Simalango HR Expert
| | |
Mengatasi Konflik dengan Rekan Kerja Saat Puasa |
| Jumat, 27 Agustus 2010 10:50 WIB | | |
Faktor Penyemangat Bekerja Saat Berpuasa |
| Senin, 23 Agustus 2010 17:30 WIB | | |
Tahukah Anda, Tidak Semua Pimpinan Tahu " Job Description " yang Sebenarnya |
| Minggu, 15 Agustus 2010 19:30 WIB | | |
Hasil Survei Variasi Tunjangan Kesehatan Karyawan |
| Selasa, 10 Agustus 2010 17:30 WIB | | |
Puaskah Anda Terhadap Pekerjaan Anda Sekarang? |
| Rabu, 04 Agustus 2010 16:00 WIB | | |
Tips Meningkatkan Kemampuan Negosiasi Bagi Karyawan |
| Minggu, 01 Agustus 2010 19:00 WIB | | |
Tips Mengatasi Konflik Antar Karyawan dalam Perusahaan |
| Minggu, 18 Juli 2010 16:30 WIB | | |
Ingin Cepat Sukses Dalam Berkarir |
| Minggu, 11 Juli 2010 12:45 WIB | | |
|
| |
|

Melva Emsy Simalango HR Expert |
Strategi Merekrut Karyawan Andalan |
Jumat, 11 Juni 2010 15:00 WIB
|
(managementfile – HR) - Suksesnya sebuah perusahaan sangat ditentukan oleh ketersediaan Sumber Daya Manusia yang kompeten. Oleh sebab itu sangat penting untuk memilih dan menempatan seorang karyawan di suatu perusahaan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Menurut A.F. Stoner, manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.
Tugas merekrut karyawan merupakan kegiatan yang gampang-gampang susah. Di satu sisi, sumber daya manusia (SDM) di Indonesia saat ini boleh dibilang melimpah ruah. Ibaratnya, sekali pasang iklan, dijamin berbondong-bondong orang melamar. Namun, di sisi lain, pada saat yang sama, kuantitas SDM yang "bertumpuk-tumpuk" itu tidak serta merta diimbangi kualitas yang memadai. Oleh karenanya, supaya proses perekrutan karyawan menjadi efektif dan efisien maka sangat perlu diperhatikan dari mana sumber asal pertama kali kita mendapatkan karyawan tersebut. Apakah berasal dari referensi teman, dari media iklan lowongan kerja baik melalui media cetak maupun kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan tinggi.
Setelah kita sudah mendapatkan banyak sekali sumber-sumber data surat lamaran dari berbagai media diatas, maka yang harus kita lakukan selanjutnya adalah kita harus memastikan kembali apakah surat lamaran dan CV setiap kandidat tersebut sudah sesuai dengan apa yang disyaratkan oleh perusahaan, terutama kualifikasi yang dibutuhkan oleh suatu pekerjaan. Jika kita sudah merasa bahwa CV kandidat tersebut sudah sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan maka langkah selanjutnya yang sangat penting adalah memanggil kandidat tersebut melalui telepon untuk melakukan wawancara.
Dengan kita melakukan wawancara maka kita akan lebih dalam lagi menggali potensi diri serta keahlian dan ketrampilan kandidat tersebut. Pada saat wawancara kitapun dapat mengamati dan menganalisa secara langsung seperti karakter dari kandidat tersebut apakah baik atau tidak? Serta kandidat tersebut bisa diberikan test yang sesuai dengan posisi yang dilamar. Sebaiknya wawancara dapat dilakukan lebih panjang dengan dua atau tiga kandidat terpilih, sehingga kita dapat memilih lebih selektif lagi dan kita akhirnya kita dapat memutuskan salah satu calon karyawan yang ada adalah yang handal di bidangnya.
Di beberapa perusahaan proses rekruitmen tidak hanya memasang iklan, memanggil, dan menginterview tetapi juga pelamar yang dipanggil harus melewati tahap ujian/test lainnya seperti psikotest, medical test dan lainnya. Seluruh rangkaian proses tersebut pada dasarnya baik namun hal ini tergantung dari kemampuan perusahaan untuk menyediakan semua fasilitas rrekrutmen tersebut.
Ada pendapat yang mengatakan sebagus apapun proses interview yang kita punya dan lakukan hanya dapat menggali maksimal 50% kebenaran/gambaran dari calon karyawan tersebut, itu sebabnya banyak perusahaan lebih memilih memberikan masa percobaan untuk lebih memastikan bahwa keputusan memilih si kandidat adalah memang yang paling tepat.
Salam Sukses!
MV/RP/mgf
Anda mengalami masalah dalam Hubungan Indsutrial Perusahaan Anda? Temukan solusinya di Workshop Sehari Kupas Tuntas Masalah-Masalah Hubungan Industrial, Selasa, 27 Juli 2010 |
|
|
|