(managementfile – HR) - Seringkali kita berpikir untuk mencari pekerjaan yang kita senangi, maka seumur hidup kita merasa enjoy seperti seorang yang sedang tidak bekerja. Tapi, tidak dapat kita pungkiri, bahwa semua pekerjaan adalah suatu beban yang harus kita pikul, akan ada dalam satu titik waktu tertentu, orang akan merasa jenuh dalam melakukan pekerjaannya sehari-hari, sehingga keluarlah suatu perasaan yang membosankan, tidak sabar untuk menunggu waktu kerja cepat selesai bahkan akhirnya menggerutu akan situasi yang kita hadapi. Banyak istilah-istilah yang menggambarkan hal itu seperti “Thanks God it’s Friday”, atau “I hate Monday”, dan seterusnya.
Leslie Yerkes, pengarang terkenal dengan bukunya Fun Works yang dirilis bulan Juni 2001, menceritakan dengan detail mengenai 11 perusahaan yang memberikan contoh soal keseimbangan antar Fun dan Work atau yang dikenal “Fun-Work Fusion”.Di dalam buku itu diterangkan, bagaimana dari 1.5 abad yang lalu, karyawan harus memiliki suatu keseimbangan untuk bekerja dan kesenangan, itulah kunci kesuksesan supaya dapat memiliki suatu konsistensi dalam bekerja. Tidak boleh berlebihan dalam bekerja karena akan membuat suatu kejenuhan dan stress dan juga tidak boleh berlebihan dalam kesenangan (fun) agar pekerjaannya dapat selesai dengan baik.
Kesenangan memang memberikan suatu energi untuk vitalitas bekerja, karena itu tidak boleh kita abaikan suatu kesenangan untuk kita menikmati dan mensyukuri akan pekerjaan kita, sehingga kita dapat melakukan segala sesuatu dengan hasil yang terbaik. Satu Koran terkenal yaitu Sunday Times mengeluarkan daftar 100 Best Companies to Work For pada tanggal 3 Februari 2003 disebutkan bahwa Microsoft menempati urutan teratas, dan disebutkan pula akan cirri-ciri orang yang bekerja di perusahaan tersebut sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Yerkes bahwa ada suatu keseimbangan antara bekerja dan kesenangan (fun).
Mari kita telaah lebih jauh materi ini dengan “W&H Questions” pertama: Apa yang dimaksud dengan bekerja dan juga kesenangan? Bekerja sudah jelas identik dengan target dan deadline namun semua hasil kerja ini akan jauh lebih baik hasilnya bila tidak dikerjakan dengan suasana hati dan pikiran yang stress justru sebalik dengan hati yang bahagia dan pikiran yang tenang hasilnya bisa luar biasa. Kapan kita harus memulainya? Sejak hari pertama kita bekerja prinsip ini seharusnya sudah mulai ditanamkan dan menjadi budaya kerja karyawan dan akhirnya juga menjadi budaya kerja perusahaan (Corporate Culture). Dimana saja dan pada bagian apa saja prinsip ini ditanamkan? Pada setiap karyawan dan setiap bagian/departemen sehingga menjadi kesatuan yang utuh tidak diperbolehkan adanya kotak-kotak yang memisahkan komunikasi/interaksi di seluruh bagian. Mengapa hal ini begitu penting? Seperti panjang lebar dijelaskan diatas: kalau mau hasil yang terbaik bagi perusahaan dan karyawan sendiri maka ini adalah STRATEGI YANG TERUJI AMPUH. Adalah baik bila kita mencontoh 100 perusahaan terbaik dunia seperti disebutkan diatas. Yang terakhir: Bagaimana mempraktekkannya? Banyak cara melakukannya: mulai dari Slogan-slogan yang dibuat menaik, buat pertemuan-pertemuan singkat atau acara sederhana namun menarik tapi rutin dengan karyawan seperti “Coffee Morning”, fun bike, Owl breakfast, apapun anda dapat ciptakan secanggih anda sanggup menetapkan target, rencana & strategi bisnis.
Salam sukses!
MV/RP/mgf
Anda mengalami masalah dalam Hubungan Indsutrial Perusahaan Anda? Temukan solusinya di Workshop Sehari Kupas Tuntas Masalah-Masalah Hubungan Industrial, Selasa, 27 Juli 2010 |