Home : Vibizportal.com | Vibizconsulting.com
VIBIZPORTAL.COM    Dailynews    Regional    Management    ICT    Lifestyle    Jobs & Career    Forum
Home Risk Management Sales & Marketing Services & CRM ICT Human Resources Financial TAX & Accounting Quality Management Strategic Management
Journal Column Experts
LEADERSHIP & CORP. CULTURE  COLUMN

Sebuah Renungan: Bercermin dari Semangat Juang Pahlawan
Rabu, 18 Agustus 2010 21:00 WIB

Rinella Putri
Assistant Executive Editor

 

Pelajaran dari Piala Dunia 2010: Seorang Pemenang - Berani Menghadapi Kekalahan
Senin, 05 Juli 2010 14:00 WIB

Emy Trimahanani
Editor Managementfile.com

 

Pelajaran dari Carlos Bocanegra dan Landon Donovan : Kekalahan di Menit Awal Bukanlah Akhir Segalanya
Sabtu, 19 Juni 2010 23:37 WIB

Fanya Jodie
Editor Vibiznews.com

 

Matsushita Konosuke, Pemimpin Yang Menjunjung Tinggi Nilai Kemanusiaan (2)
Jumat, 04 Juni 2010 18:00 WIB

Emy Trimahanani
Editor Managementfile.com

 

Pelajaran dari CSI : Kepemimpinan dan Teamwork, Kedua Hal Yang Tidak Terpisahkan
Sabtu, 29 Mei 2010 21:38 WIB

Fanya Jodie
Editor Vibiznews.com

 

Woman As The Leader, Why Not?
Sabtu, 22 Mei 2010 10:30 WIB
 

Mendengar dan Mengobservasi , Cara Ampuh Untuk Mempertajam Kepemimpinan
Sabtu, 15 Mei 2010 11:34 WIB
 

Leaders Figure Series: Matsushita Konosuke, Pemimpin Yang Menjunjung Tinggi Nilai Kemanusiaan (1)
Rabu, 28 April 2010 11:00 WIB

Emy Trimahanani
Editor Managementfile.com

 

Leadership Figure Series: Sergey Brin & Larry Page
Selasa, 20 April 2010 18:00 WIB

Rinella Putri
Assistant Executive Editor

 

Membuat Perencanaan Yang Efektif
Kamis, 01 April 2010 18:00 WIB

Emy Trimahanani
Editor Managementfile.com

 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 


Fanya Jodie
Editor Vibiznews.com
Mendengar dan Mengobservasi , Cara Ampuh Untuk Mempertajam Kepemimpinan
Sabtu, 15 Mei 2010 11:34 WIB

(Managementfile – Leadership & Corp. Culture) - Bagi seorang pemimpin, terkadang memang bukan suatu perkara yang mudah untuk mendengar apa yang dikatakan oleh bawahannya. Sebagai seorang pemimpin, memang kita pasti telah memiliki konsep dan tatacara serta disiplin sendiri bagaimana menjalankan tanggung jawab kita dan memimpin bawahan kita dengan benar. Akan tetapi, ada hal penting yang sering kurang diperhatikan bahkan diabaikan oleh seorang pemimpin, yaitu mendengar dan mengobservasi.

Mendengar dan mengobservasi sangat diperlukan untuk mempertajam kepemimpinan. Mungkin Anda bertanya, apa yang harus saya dengar dan observasi? Jawabannya sebenarnya tidak perlu jauh-jauh, yaitu bawahan Anda sendiri. Mungkin Anda bertanya, kenapa anak buah saya harus saya dengar dan observasi?

Nah, jawabannya sederhana saja. Terkadang, tanpa kita ketahui, anak buah kita mempunyai banyak ide dan juga hal-hal lainnya yang sangat membantu kita dalam mempertajam strategi dan rencana kita. Namun, memang tidak semua hal yang dikatakan oleh bawahan kita harus kita terima secara utuh, kita harus mendengar namun juga bisa mengobservasi serta memilah-milih mana yang sesuai dan mana yang tidak.

Berikut adalah beberapa cara mendengar dan mengobservasi yang baik sebagai seorang pemimpin :

Biasakan untuk melempar kepada forum setelah menyampaikan rencana perusahaan

Setelah Anda menyampaikan rencana atau strategi kepada perusahaan, biasakan untuk melempar kepada forum untuk mendengar pendapat dari pihak lain, termasuk anak buah Anda. Jika ada usulan atau ide yang disampaikan, cobalah untuk mendengarkan dengan seksama terlebih dahulu. Jangan langsung memotong dan mematikan ide orang tersebut. Kalaupun ide tersebut tidak sesuai, itu tidak menjadi masalah, tinggal bagaimana kita memilah-milih ide yang kita anggap bisa mendukung rencana atau yang tidak.Ide atau pendapat yang sesuai dan dirasa cocok untuk mendukung strategi kita, dapat kita ambil untuk menjadi masukan bagi kita sebagai seorang pemimpin, sedangkan ide yang tidak sesuai, tidak perlu ditindaklanjuti. Namun pada prinsipnya, mendengar merupakan salah satu langkah yang baik untuk mempertajam kepemimpinan kita, karena terkadang ide yang baik dari orang lain akan memperkuat strategi kita di dalam menjalankan perusahaan.

Mengerti setiap sifat orang di dalam perusahaan

Setiap orang pasti memiliki karakter yang berbeda di dalam perusahaan. Tidak semua orang bisa kita perlakukan sama. Jika ada anak buah kita yang memiliki cara menyampaikan A dan ada yang memiliki cara menyampaikan B, kita harus tetap bisa menerima sifat setiap orang asalkan mereka tetap bermaksud baik dan tidak berpikiran negatif dan tetap menghormati kita sebagai seorang pemimpin.

Biasakan bersikap sabar dalam mendengarkan pendapat

Sikap sabar harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Orang yang bersifat grasa-grusu dan ingin maunya instan saja tidak akan bisa mendengar pendapat orang lain dengan baik dan benar. Ia hanya akan bertindak serabutan dan pada akhirnya pendapat atau ide orang yang bagus sekalipun, jika menurutnya tidak dapat dilaksanakan secara instan akan menjadi hal yang tidak baik dalam pemikirannya. Karena itu, untuk dapat mendengar dan mengobservasi dengan benar, sebagai seorang pemimpin harus bisa menghindari sikap panik dan tidak sabar dalam menjalankan segala sesuatunya.

Hindari sikap diktator yang dapat menyebabkan hubungan tidak baik dengan bawahan dan dapat mengakibatkan kurangnya loyalitas

Sebagai seorang pemimpin, kita tidak bisa hanya berkata “Kerjakan ini” atau “Kerjakan itu” dengan begitu saja. Untuk dapat membuat para bawahan “berbicara” kepada kita, mereka terlebih dahulu harus memiliki loyalitas yang tinggi kepada kita. Karena itu, sebagai seorang pemimpin, sebaiknya hindari sikap diktator yang dapat mengakibatkan seluruh bawahan menjadi tidak berani untuk menyampaikan pendapatnya yang mungkin bisa jadi membantu kita dalam menjalankan strategi kita di dalam perusahaan.

Fungsikan otak Anda sebagai “filter” untuk menyaring setiap ide yang disampaikan

Kita tidak mungkin menerima ide atau pendapat orang lain dengan begitu saja tanpa memilah-milih mana yang mendukung perusahaan mana yang tidak. Karena itu, meskipun kita mendengar pendapat orang lain, kita juga jangan hanya didikte begitu saja oleh orang lain. Tetapi, kita harus memfungsikan otak kita sebagai “filter” atau penyaring sehingga ide atau pendapat orang lain dapat kita saring dan kita observasi mana yang sesuai dengan kebutuhan kita dalam menjalankan strategi dalam perusahaan dan mana yang tidak sesuai dan tidak perlu ditindaklanjuti.

(FJ/FJ/MGF)

Anda mengalami masalah dalam Hubungan Indsutrial Perusahaan Anda? Temukan solusinya di Workshop Sehari Kupas Tuntas Masalah-Masalah Hubungan Industrial, Selasa, 27 Juli 2010



1 Komentar
 
stivan 2010-05-17 20:34:29

Trima kasih mbak Fanya atas tulisannya ini. Saya jadikan ini ilmu pembelajaran saya apabila kelak nanti saya jadi pemimpin di sebuah perusahaan.

 
Halaman:
1

LEAVE A COMMENT
Nama *:
Email *: ( tidak ditampilkan )
Website: ( tanpa http:// )
Comment *:
Code *:
Bookmark and Share
ADVERTISING
Our Link | Privacy Policy | Contact Us Copyrights © 2008 managementfile.com, Powered by Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlife.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizportal.com - vibiznews.com - beritadaerah.com - visijobs.com - shoppingandnews.com - ictfiles.com