(managementfile - Sales & Marketing) - Demam Piala Dunia 2010 yang mewabah di seantero jagat, mampu menggerakkan negara manapun untuk meresponse dengan berbagai jenis kegiatan di berbagai sektor industri, tidak hanya dalam kegiatan olah taga sepakbola itu sendiri. Indonesia tentu tidak kalah hebohnya merespon perhelatan besar pesta sepak bola FIFA World Cup 2010 ini dengan berbagai kegiatan seperti yang dilakukan pengrajin di Tasikmalaya, Bandung dan Majalengka, yang memasok cinderamata Piala Dunia 2010 antara lain bola, gantungan kunci, boneka Zakumi, T-shirt serta pernak pernik lainnya ke Afrika Selatan. Kita juga bisa saksikan di sudut-sudut kota, hotel, kafe dan pusat perbelanjaan serta tempat rekreasi umum mulai menggelar jualan produk-produk idiom Piala Dunia 2010.
Peluang Bisnis Temporer
Berbagai sektor industri yang memperoleh limpahan bisnis dari demam persepakbolaan antara lain adalah Tour & Travel untuk perjalanan tour menonton pembukaan atau perempat final, semi final atau final Piala Dunia. Industri garmen dan rumah tangga untuk pakaian, jaket, bendera, topi, sepatu, boneka dan pernak pernik lainnya. Media baik media cetak maupun on-line serta tidak ketinggalan juga entertainment.
Memang bisnis tersebut musiman, tetapi apabila direncanakan dan dikerjakan dengan baik dan jeli menangkap kebutuhan pasar akan menghasilkan keuntungan yang sangat signifikan. Bahkan pasar yang ada dapat dilanjutkan untuk digali lebih dalam bagi pemasaran produk atau jasa lainnya.
Bisnis Entertainment Sangat Terkait
Para Event Organizer dan penyedia jasa seperti perhotelan, restaurant atau caffe pun memanfaatkan kesempatan ini untuk menghadirkan siaran sepakbola Piala Dunia 2010 untuk memuaskan fanatisme pengunjung, penginap atau komunitas pencinta sepakbola. Hampir di setiap hotel berkelas di kota-kota besar menggelar acara nonton bareng Piala Dunia yang dikemas dengan acara entertainment yang lain seperti musik, quiz atau games dipadu dengan sajian menu makanan special.
Mengapa nonton bareng? Pemilihan bentuk acara nonton bareng sebagai ajang bisnis sebenarnya baru muncul beberapa tahun terkhir ini. Namun apabila ditelusuri sebenarnya nonton bareng bukanlah budaya baru atau transformasi tetapi budaya asli Indonesia dimana masyarakat khususnya dalam komunitasnya menyukai kebersamaan sebagai sarana interaksi dan sosialisasi. Mungkin anda pernah mendengar bahwa jaman dulu jangankan menonton sesuatu dalam wujut visual, mendengarkan siaran sepakbola atau bulutangkis melalui RRI bersama warga masyarakat biasa diadakan di balai desa. Kemudian dengan berkembangnya sarana teknologi seputar video perfilman mulai dikenal layar tancep kalau di daerah Betawi dan bioskop “misbar” (gerimis-bubar) di daerah Jawa Tengah.
Saat ini fenomena nonton bareng sudang menjadi budaya termasuk kalangan pemerintahan. Presiden SBY pun meluangkan waktu nobar siaran pembukaan Piala Dunia 2010 di sebuah hotel di Bali. Para pimpinan pemerintahan daerah juga sering mengadakan acara semacam ini yang bertujuan mempererat tali silaturahmi. Tempat wisata atau keramaian seperi mall bahkan pekan Raya Jakarta 2010 juga tidak ketinggalan menyelenggaran nonton bareng Piala Dunia 2010.
Strategi Marketing
Kalau diamati para penyelenggara acara yang dapat meraup profit cukup signifikan dari bisnis ini pada umumnya menggunakan strategi pemasaran sebagai berikut:
1. Menentukan target market
Diperlukan kejelian untuk membidik target market, misalnya pengunjung hotel berbintang empat, klup penggemar sepak bola, para pejabat pemerintahan atau komunitas lainnya.
2. Mencari tahu selera pasar
Setelah menemukan pasar sasaran maka langksh berikutnya adalah mencari informasi selera atau kesukaan mereka. Hal ini bisa dilakukan dengan survei atau bencmarking terhadan penyelenggara acara nobar yang lain. Dari hasil survei akan diperoleh guidance acara seperti apa yang tentunya akan diminati, sehingga penyelenggara apabila memerlukan sponsorship sudah dapat menentukan juga kemana akan membidik calon sponsor.
3. Menciptakan keunikan
Yang tidak kalah penting adalah menciptakan keunikan supaya acara menarik. Kadang para penonton diminta hadir dengan dresscode pakaian olah raga, atau suasana ruangan dihiasi dengan berbagai pernak-pernik idiom Piala Dunia, dipadu dengan kehadiran artis atau group band ternama dsb.
4. Menentukan strategi promosi
Selanjutnya tentukan strategi promosi melalui berbagai media, sesuai target market yang diinginkan dan tentu saja budget.
Jangan lupakan sisi legalitas, sebab hak penyiaran acara Piala Dunia 2010 untuk umum tidak dapat dilakukan begitu saja. Jadi silakan dipersiapkan lebih dulu perijinannya secara resmi, sebab pihak yang menggelar nonton bareng tanpa izin dapat dianggap melanggar regulasi FIFA dan UU Hak Cipta Nomor 19 Tahun 2002.
Selamat berbisnis nonton bareng.
et/ET/mgf (berbagai sumber) |