GENERAL & STRATEGIC COLUMN
Fadjar Ari Dewanto
o Managing Partner Business Advisory &
Regional Investment Vibiz Consulting
o Executive Director Lepmida
Thinking Out The Box Masuk 2012 - Inspirasi Rynair
Selasa, 24 Januari 2012 18.52 WIB
(Vibizmanagement - Strategic) - Di awal tahun 2012 ini saya membaca kisah Michael O Leary CEO maskapai murah Ryanair - Irlandia. Ia membangun ulang bisnis transportasi udara agar sesuai dengan citranya: lusuh,nyinyir dan murahan. Dalam 10 tahun terakhir ketika maskapai penerbangan global merugi hampir $50 miliar, Ryanair justru mendapat laba bersih yang sehat selama 9 dari 10 tahun .
Michael melontarkan berbagai gagasan yang bertentangan dengan masyrakat transportasi, inti dari falsafah Michael adalah pemikiran bahwa penumpang maskapai penerbangan bukanlah orang-orang lembut yang bisa dipikat untuk berlangganan dengan membagikan bantal, selimut, dan teh gratis. Mereka sebenarnya adalah mahluk tangguh, rela menjalani ketidaknyamanan serta penghinaan, asalkan mereka (dan semua bagasinya) sampai di tempat tujuan dengan biaya murah. Mereka pelit ketika membeli tiket, boros begitu lepas landas.
Kisah Ryanair tidak akan kita alami di Indonesia. Pada Juli 2002, para penumpang Inggris sedang menaiki pesawat Ryanair menuju Dublin ketika pilot mengumumkan bahwa mereka kekurangan anggota staf untuk memasukan bagasi pesawat, pesawat tidak akan take-off bila bagasi belum dinaikan, setelah pengumuman itu beberapa penumpang turun membantu menaikan bagasi.
Michael bahkan memikirkan penanganan sistem bagasi adalah peninggalan masa lalu yang merepotkan, Michael mengatakan ini berasal dari masa-masa antara dua Perang Dunia, ketika yang mampu terbang hanya orang kaya, mereka baru saja melangkah ke luar dari presidential suite di kapal pesiar. Mereka dilayani oleh jongos-jongos berseragam membawa tas-tas mereka, lalu mereka naik pesawat dan meminta hal yang sama. Michael mengubahnya , " Maaf ya, untuk Ryanair , bawa sendiri tasnya " Ryanair adalah maskapai pertama yang menerapkan bagasi berbayar.
Masih banyak gagasan Michael yang sangat nyeleneh dan nyaris semua bertentangan dengan arus yang normal, penerapan satu pilot saja, tempat duduk vertical, menghilangkan satu toilet, hingga mimpinya suatu hari semua penumpang akan terbang gratis bersama Ryanair. Pemasukan perusahaan akan datang dari biaya tambahan seperti ongkos bagasi, penjualan barang di atas pesawat, komisi asuransi perjalanan dan lain-lain.
Dengan pemikiran "out the box" Michael ini, kini Ryanair telah tumbuh dari sebuah maskapai regional kecil menjadi suatu perusahaan raksasa dengan 7.000 karyawan dan 1.100 rute ke 155 bandara di 26 negara. Pada Juli 2011, Ryanair menjadi maskapai pertama di Eropa yang mengangkut lebih dari 7 juta penumpang dalam satu bulan. Kapitalisasi pasarnya mencapai $7,2 miliar, jauh diatas kompetitornya seperti easy Jet ($2,3 milliar) dan meskipun masih dibawah Southwest ($8,29 miliar).
Masuk 2012, bagaimana dengan cara anda menangani daerah atau bisnis anda? Belajar dari Michael , mulailah dengan mendefinisikan ulang tentang siapa pelanggan anda, disini dibutuhkan pemikiran yang out the box , tanpa itu kita akan tetap terjebak pada pola kerja yang sama pada tahun 2011 yang lewat.
(FA/IC/vbm)
Berita Terkait :
-
How to be Build Effective Leadership in The Asian Context-
Keberhasilan Seorang Pemimpin Dalam Suatu Organisasi -
Bila Human Resources (HR) Gagal Membekali Karyawan Skill yang sesuai dengan Bisnis Perusahaan
COMMENT
| wow, brilliant and brave ... salute untuk Mr MIchael O Leary |
| Madame |
| 2012-01-26 07:21:48 |
| thanks untuk artikelnya pak, very inspiring |
| Andhika Wisnuadi |
| 2012-02-07 06:49:23 |
| Betul juga yah artikel ini. Yang terpenting dalam sebuah bisnis adalah bagaimana meraih apa yang dibutuhkan oleh pasar sehingga kita menjadi yang dominan akhirnya. |
| wallace |
| 2012-02-17 16:21:28 |
LEAVE A COMMENT