Home : Vibizportal.com | Vibizconsulting.com
VIBIZPORTAL.COM    Dailynews    Regional    Management    ICT    Lifestyle    Jobs & Career    Forum
Home Risk Management Sales & Marketing Services & CRM ICT Human Resources TAX & Accounting Quality Management Leadership & Corp. Culture Strategic Management
Journal Column Experts
FINANCE & ACCOUNTING
  JOURNAL

Pemerintah Siap Beri Kompensasi ke PLN Jika Laba Tergerus
Kamis, 29 Juli 2010 15.45 WIB
 

Laporan dari Berlin RI-Jerman Kerjasama Investasi Industri Kelapa Sawit
Kamis, 29 Juli 2010 15.00 WIB
 

Setoran Bea Cukai Turun Rp 5,6 Triliun di Semester II
Kamis, 29 Juli 2010 14.55 WIB
 

Industri Keuangan Takkan Intervensi OJK Meski Bayar Fee
Kamis, 29 Juli 2010 14.45 WIB
 

Komitmen Investasi Semester II-2010 Capai US$ 10 Miliar
Kamis, 29 Juli 2010 14.25 WIB
 

Bapepam Beri Sanksi Perusahaan Tanpa 13 PSAK
Kamis, 29 Juli 2010 11.40 WIB
 

Defisit APBNP 2010 Hanya 1,5%
Selasa, 27 Juli 2010 16.10 WIB
 

Realisasi Investasi Semester I Capai Rp 468,4 Triliun
Selasa, 27 Juli 2010 15.45 WIB
 

Daerah 'Diguyur' Anggaran Rp 347,4 Triliun di 2010
Selasa, 27 Juli 2010 15.15 WIB
 

BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI 2010 Capai 5,9%
Selasa, 27 Juli 2010 15.05 WIB
 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 
BI: Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 6% di 2010
Kamis, 11 Maret 2010 21.15 WIB
Oleh: Iin Caratri

(Managementfile - Finance) - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,5%-6,0% pada tahun 2010, berarti tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2010 maksimal bisa mencapai 6%. Lebih tinggi dari proyeksi pemerintah yang hanya mematok sebesar 5,5%.

BI juga memprediksikan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2011 dapat meningkat menjadi 6,0-6,5%.

"Di samping tetap kuatnya permintaan domestik, perbaikan terutama bersumber dari sisi eksternal sejalan dengan pemulihan ekonomi global, seperti terlihat dari ekspor yang mencatat pertumbuhan positif sejak triwulan IV-2009 yang lalu," ungkap Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (11/03/2010).

BI juga melihat pemulihan ekonomi global yang sangat jelas dari berbagai indikator ekonomi baik di negara maju (Amerika Serikat dan Jepang) maupun di kawasan Asia (China dan India).

"Di Amerika Serikat, pemulihan tercermin pada pengeluaran konsumsi masyarakat yang terus menguat dan dibarengi peningkatan respon di sisi produksi. Sementara di Jepang, ditandai oleh pertumbuhan positif pada triwulan terakhir 2009. Di China dan India, indikasi pemulihan ekonomi lebih jelas terlihat sebagaimana tercermin pada laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Berbagai perbaikan tersebut memberikan dampak positif bagi negara-negara yang menjadi mitra dagangnya, termasuk Indonesia," papar Hartadi.

Pemulihan ekonomi global tersebut menurut Bank Sentral berdampak positif terhadap perkembangan sektor eksternal perekonomian Indonesia. Kinerja ekspor non migas Indonesia yang pada triwulan IV-2009 mencatat pertumbuhan cukup tinggi yakni mencapai sekitar 17% dan masih berlanjut pada Januari 2010.

Otoritas moneter juga melihat peningkatan ekspor tidak hanya terjadi pada komoditas pertambangan dan pertanian, tetapi juga ekspor komoditas manufaktur mulai mengalami peningkatan. Perkembangan ini mendukung pertumbuhan di sektor industri dan sektor perdagangan yang lebih tinggi dari perkiraan.

Sementara itu, aktivitas impor sedikit meningkat sejalan dengan peningkatan ekspor tersebut, meskipun pada tingkat yang masih rendah. Transaksi berjalan di triwulan I-2010 diperkirakan mencatat surplus yang lebih besar dari perkiraan semula.

Sementara itu, BI juga memantau keyakinan investor asing terhadap prospek ekonomi Indonesia yang semakin membaik tercermin pada surplus transaksi modal dan finansial yang masih cukup tinggi. Dengan berbagai perkembangan tersebut, untuk keseluruhan tahun 2010 surplus NPI diperkirakan lebih baik dari perkiraan semula.

"Tinggal 1 notch lagi bagi Indonesia untuk mencapai investment grade, sehingga akan semakin memberikan keyakinan yang lebih besar bagi investor asing untuk meningkatkan investasinya di Indonesia", jelas Hartadi menanggapi perbaikan sovereign rating Indonesia oleh Fitch menjadi BB+ dari semula BB beberapa waktu yang lalu.

Di samping kinerja ekspor yang membaik tersebut, kegiatan konsumsi swasta juga menunjukkan perbaikan. Hal ini dikonfirmasi oleh peningkatan berbagai indikator konsumsi seperti impor barang konsumsi, penjualan mobil dan motor, serta penjualan ritel. Ke depan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap meningkat sejalan dengan pendapatan yang lebih tinggi karena income effect dari perbaikan ekspor dan terjaganya tingkat keyakinan konsumen.

Di sisi harga, BI memaparkan bahwa tekanan inflasi diyakini belum akan signifikan setidaknya pada semester I-2010. Perkembangan inflasi dalam 2 bulan pertama 2010 masih tetap terjaga pada tingkat yang rendah. Relatif terkendalinya inflasi juga tercermin pada perkembangan inflasi inti yang turun dari 4,43% (yoy) pada bulan Januari 2010 menjadi 3,88% (yoy) pada bulan Februari 2010.

Kenaikan inflasi IHK di awal tahun 2010 terbukti bersifat temporer, terutama karena kenaikan harga beras, dan diperkirakan tidak akan terjadi lagi lonjakan harga dalam beberapa bulan ke depan seiring dengan telah datangnya musim panen di berbagai daerah.

(ic/IC/dtc)



 


LEAVE A COMMENT
Nama *:
Email *: ( tidak ditampilkan )
Website: ( tanpa http:// )
Comment *:
Code *:
Bookmark and Share
ADVERTISING

Our Link | Privacy Policy | Contact Us Copyrights © 2008 managementfile.com, Powered by Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlife.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizportal.com - vibiznews.com - vibizdaily.com - beritadaerah.com - visijobs.com - shoppingandnews.com - ictfiles.com