| TAX JOURNAL |
Apakah Kaitan THR dangan Pajak? |
Minggu, 05 September 2010 18:00 WIB
|
| |
Ditjen Pajak Membatasi Wajib Pajak dalam Pemeriksaan Pajak |
Minggu, 05 September 2010 18:00 WIB
|
| |
Demi Investor Asing, Pemerintah Hapus Pungutan Pajak Berganda |
Jumat, 03 September 2010 12.15 WIB
|
| |
Gregetan, Pong Ingin Kembali 'Beraksi' Coreti Gedung Pajak |
Jumat, 03 September 2010 12.10 WIB
|
| |
UMKM Butuh Kantor Pajak Khusus |
Jumat, 03 September 2010 12.45 WIB
|
| |
Ditjen Pajak Kejar Pejabat 'Tak Tersentuh' |
Rabu, 01 September 2010 15.15 WIB
|
| |
Dirjen Pajak Instruksikan Pegawainya Tolak Gratifikasi |
Selasa, 31 Agustus 2010 14.25 WIB
|
| |
Agus Marto: Jangan Bandingkan Rasio Pajak RI dengan Negara Lain |
Selasa, 31 Agustus 2010 14.15 WIB
|
| |
Perbedaan Penghindar Pajak,Penyelundupan Pajak dan Penghematan Pajak |
Minggu, 29 Agustus 2010 16:00 WIB
|
| |
Tax Treaty Untuk Menggenjot Penerimaan Pajak |
Minggu, 29 Agustus 2010 10.17 WIB
|
| |
|
| |
|
| Darmin: Kalau Sampai Saya Salah Soal Gayus, Gantung Leher Saya |
Kamis, 22 Juli 2010 11.35 WIB
Oleh: Iin Caratri
|
(managementfile - Tax) - Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution yang juga merupakan mantan Dirjen Pajak buka suara soal kasus markus pajak Gayus Tambunan. Darmin menegaskan dirinya sama sekali tidak tahu dan kenal Gayus.
"Saya tidak mengenal Gayus, saya cuma dapat laporan dari Pak Tjip (Dirjen Pajak Tjiptardjo). Dan memang menurut saya perlu diperbaiki sistemnya. Kalau Sampai Saya Salah Soal Gayus, Gantung Leher Saya," ujarnya saat ditanyai soal kasus Gayus dalam fit and proper test di depan Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/7/2010).
Darmin mengatakan, kasus Gayus ini benar-benar mencoreng dan membuat marah para aparat dan wajib pajak.
"Gayus ini memang benar-benar mencoreng dan membuat marah aparat pajak dan para wajib pajak. Tapi terus terang saya baru tahu setelah bukan di Ditjen Pajak lagi," jelas Darmin.
Dikisahkan Darmin, dirinya pertama kali mendengar mengenai adanya penyelewengan aparat pajak di bagian keberatan Ditjen Pajak pada Juni 2009 melalui cerita lisan Tjiptardjo yang saat itu menjabat sebagai Direktur Penyidikan Ditjen Pajak.
"Waktu mendengar itu, itu harus dipercepat pemeriksaannya dan saya minta ada sistem yang baik mulai dari pemeriksaan pajak khususnya di KPP (Kantor Pelayanan Pajak). Terus terang Pak aparat pajak itu dari 33 ribu ada saja yang tidak selalu baik. Dia itu coba membuat wajib pajak panik dibikin besar-besaranlah kewajibannya kurang, dan itu memang tidak bisa dikontrol," tukas Darmin.
Dalam uji calon Gubernur BI ini, Darmin justri banyak dicecar soal kasus-kasus pajak saat dirinya menjabat sebagai Dirjen Pajak.
(ic/IC/dtc)
|
|
|
|