QUALITY MANAGEMENT JOURNAL |
Fishbone Diagram – Salah Satu Alat Pengendali Mutu |
Kamis, 02 September 2010 16:00 WIB
|
| |
14 Prinsip Manajemen Kualitas Deming |
Minggu, 29 Agustus 2010 19:00 WIB
|
| |
Filosofi Mengenai Kualitas |
Jumat, 27 Agustus 2010 12:30 WIB
|
| |
Serba Serbi Mengenai ISO 9001 |
Kamis, 19 Agustus 2010 16:30 WIB
|
| |
Pemborosan Klasik yang Merugikan |
Selasa, 10 Agustus 2010 17:00 WIB
|
| |
Proyek Six Sigma Gagal, Mengapa? |
Minggu, 08 Agustus 2010 17:00 WIB
|
| |
Metode Taguchi, Tingkatkan Kualitas Produk |
Minggu, 18 Juli 2010 16:20 WIB
|
| |
Six Sigma Sebagai Senjata Untuk Bertahan dalam Persaingan |
Minggu, 27 Juni 2010 18:00 WIB
|
| |
Perbaikan Terus Menerus (Continuous Improvement) Suatu Keharusan? |
Kamis, 03 Juni 2010 14:00 WIB
|
| |
Menerapkan 5R Di Tempat Kerja Anda |
Kamis, 27 Mei 2010 10:30 WIB
|
| |
|
| |
|
| Quality Management Penyelamat Pengusaha Kecil dan Menengah di tengah AFTA China 2010 |
Rabu, 28 April 2010 11:00 WIB
Oleh: Palimirma
|
(managementfile – Quality) - Kalangan pengusaha-pengusaha kecil dan menengah (UKM) sempat kalang kabut dengan dibukanya AFTA (Asean Free Trade Agreement) China 2010 untuk masuk di kancah perdagangan Indonesia. AFTA China 2010 benar-benar menimbulkan pertentangan dari banyak kalangan. Yang menjadi momok yang menakutkan adalah kemungkinan barang-barang buatan China lebih mendominasi dibandingkan dengan barang-barang buatan Indonesia. Karena berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, barang-barang China misalnya industri rumah tangga selain kualitasnya yang cukup bagus harganya juga lebih murah daripada barang-barang produksi dalam negeri.
Bisa dikatakan pihak yang paling dirugikan dengan adanya AFTA China 2010 ini adalah para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Mengapa? Karena sejujurnya kualitas produk kita belum bisa disejajarkan dengan produk-produk China. Akibatnya produk-produk dalam negeri tidak menjadi pilihan dan tidak laku. Menakutkan? Jawabannya adalah sangat menakutkan. Tapi inilah kondisi nyata yang sedang kita hadapi dimana produk dalam negeri belum siap bertarung dalam kancah perdagangan dunia.
Tetapi dalam menghadapi persoalan ini baiklah kita belajar melihat persoalan ini seperti kita melihat sebuah mata uang logam. Dimana setiap mata uang memiliki 2 sisi. Begitu juga dengan permasalahan ini. Kita lihat di satu sisi memperlihatkan adanya satu ancaman yang luar biasa besar. Produk-produk China dengan kelebihan-kelebihanannya: lebih berkualitas, harga juga lebih murah, dan masyarakat merasa lebih bergengsi menggunakan produk luar negeri. Bisa ditebak bagaimana masyarakat kita akan memilih membeli dan menggunakan produk China dari pada produk buatan dalam negeri. Tetapi yang tidak boleh kita abaikan adalah kita harus lihat sisi lainnya, Dimana di sisi lainnya kita bisa melihat: kesempatan untuk memperbaiki diri, kesempatan untuk meningkatkan kualitas, dan kesempatan untuk memiliki spirit untuk berkompetisi dan bertarung dalam kancah dunia. Dimana kesempatan-kesempatan ini mungkin menjadi suatu cambukan bagi para pelaku Usaha Kecil dan menengah untuk membawa kualitas perdagangan kita menjadi lebih baik.
Diakui oleh banyak kalangan bahwa pemberlakuan AFTA China 2010 ini per Januari 2010 pasti akan menyebabkan penurunan nilai perdagangan kita. Karena berdasarkan pemantauan terhadap pelaksanaan AFTA yang sudah dilakukan secara bertahap dari tahun 2005 menunjukan penurunan yang sangat signifikan terhadap nilai perdaganan. Terutama sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang akan paling terpukul dengan pelaksanaan kesepakatan perdagangan bebas dengan China. China sangat progresif dalam menyikapi AFTA ini. Belum dilaksanakan saja, produk pertanian dan buah-buahan impor dari China sudah menyerbu pasar Indonesia hingga ke jajanan di atas kereta api.
Untuk menyikapi hal ini maka salah satu solusi yang dapat mendongkrak nilai perdagangan adalah melalui penerapan Total Quality Management di semua sektor usaha. Dengan mendongkrak kualitas dari mulai proses produksi, kualitas proses penjualannya , sampai dengan kualitas delivery produk / pemasarannya, termasuk memperbaiki kualitas manusianya, pasti akan dapat mendongkrak nilai perdagangan.
Quality Management dapat diterapkan untuk menyelamatkan pengusaha kecil dan menengah ditengah-tengah pemberlakukan AFTA 2010 oleh pemerintah.
Salah satu alat Quality Management bagi perusahaan yang telah berkembang di negara maju dan negara-negara berkembang adalah ISO 9001:2000. Standard ini merupakan sarana untuk mencapai tujuan mutu dalam menerapkan Total Quality Control, yang tujuan akhirnya adalah mencapai efektifitas dan efisiensi suatu organisasi sehingga diperoleh profit seoptimal mungkin. Standard tersebut meliputi serangkaian prosedur yang mencakup semua proses penting dalam bisnis diantaranya :
- Adanya pengawasan dalam proses pembuatan untuk memastikan bahwa sistem menghasilkan produk-produk berkualitas.
- Tersimpannya data dan arsip penting dengan baik sehingga mudah dicari sewaktu-waktu diperlukan untuk kebutuhan evaluasi dan improvement.
- Adanya pemeriksaan barang-barang yang telah diproduksi untuk mencari unit-unit yang rusak, dengan disertai tindakan perbaikan yang benar apabila dibutuhkan.
- Secara teratur meninjau keefektifan tiap-tiap proses dan sistem kualitas itu sendiri dan melakukan improvement secara terus menerus sehingga diperoleh hasil yang optimal
PM/RP/mgf
|
|
|
|