(managementfile – Quality) – Lean dan Six Sigma berkembang di masa lalu, saat industri manufaktur berkembang pesat, sehingga kualitas menjadi perhatian yang paling penting.
Lean pada awalnya adalah metode yang digunakan di industri manufaktur otomotif, sementara Six Sigma merupakan metode untuk mengurangi variasi dalam proses di industri semikonduktor. Namun, seiring dengan perkembangannya, Lean Six Sigma dapat digunakan di industri manapun, meskipun mayoritas tetap manufaktur yang menggunakannya. Lean lebih fokus pada menekan biaya melalui optimisasi proses, sementara Six Sigma berfokus pada memenuhi kebutuhan pelanggan, menemui ekspektasi stakeholder dan meningkatkan kualitas dengan mengeliminasi cacat produksi.
Lean Six Sigma bukan hanya sekedar langkah efisiensi semata, melainkan juga bagaimana dapat menciptakan kualitas yang baik bagi pelanggan, sehingga mereka puas, dan akhirnya memberikan bottom line yang lebih baik bagi perusahaan. Inovasi-inovasi juga biasanya tercipta melalui Lean Six Sigma. Jadi, Lean Six Sigma tidak hanya lebih ekonomis, melainkan juga menawarkan peluang growth.
Metode mengenai Lean Six Sigma sudah sering dibahas. Lalu, bagaimana Anda dapat menjalankan Lean Six Sigma dengan fokus? AT Kearney menyarankan tiga langkah pendekatan dalam menjalankan Lean Six Sigma yang terfokus:
Pertama, ciptakan tujuan yang merupakan breakthrough
Langkah awal yang pertama kali harus dilakukan adalah menciptakan tujuan yang merupakan breakthrough. Maksudnya adalah menciptakan visi dan tujuan yang challenging bagi organisasi, sehingga tidak hanya menghadirkan perubahan yang kecil melainkan signifikan. Visi merupakan tujuan jangka panjang dari organisasi, yang kemudian dipilah-pilah menjadi tujuan-tujuan dalam jangka pendek, yakni sekitar 2 hingga 3 tahun, serta strategi-strategi penting apa yang akan diterapkan demi mencapai tujuan tersebut.
Selanjutnya, dari tujuan dan strategi ini harus diterjemahkan ke dalam tujuan-tujuan yang lebih kecil lagi. Biasanya, tiap divisi punya tujuan masing-masing, dan ini harus sesuai dengan tujuan besar dari organisasi. Tujuan ini memungkinkan supaya inisiatif Lean Six Sigma bisa mempunyai target yang lebih spesifik.
Kedua, Identifikasi Inisiatif dan Target Proses
Setelah kita punya tujuan-tujuan bisnis yang lebih spesifik, selanjutnya adalah membuat daftar inisiatif Lean Six Sigma dan proses apa saja yang perlu dilakukan, tentunya yang selaras dengan tujuan-tujuan tersebut.
Biasanya, setelah melalui langkah ini, akan ditemukan dua hal: 1) gap antara rencana dengan tujuan breakthrough yang sudah dicanangkan; dan 2) banyak inisiatif yang tidak selaras satu sama lain ataupun dengan tujuan besar, sehingga memancing perdebatan. Setelah proses ini, maka kemudian inisiatif-inisiatif ini dievaluasi dan diperbaiki kembali.
Ketiga, Mengalokasikan Sumber Daya
Setelah daftar inisiatif ini diperbaiki, maka tim merancang skenario-skenario yang bermacam-macam untuk mengimplementasikan inisiatif tersebut, selagi juga memperhatikan kebutuhan pelanggan dan kestabilan proses. Alokasikan sumber daya dengan baik, sehingga terjadi keseimbangan antara time dan effort yang diberikan, dengan value yang dihasilkan. Misalnya: mengalokasikan pekerja terlalu sedikit tentunya kurang produktif, namun jika terlalu banyak juga akan terjadi the law of diminishing return.
RP/RP/mgf
|