QUALITY MANAGEMENT JOURNAL |
Fishbone Diagram – Salah Satu Alat Pengendali Mutu |
Kamis, 02 September 2010 16:00 WIB
|
| |
14 Prinsip Manajemen Kualitas Deming |
Minggu, 29 Agustus 2010 19:00 WIB
|
| |
Filosofi Mengenai Kualitas |
Jumat, 27 Agustus 2010 12:30 WIB
|
| |
Serba Serbi Mengenai ISO 9001 |
Kamis, 19 Agustus 2010 16:30 WIB
|
| |
Pemborosan Klasik yang Merugikan |
Selasa, 10 Agustus 2010 17:00 WIB
|
| |
Proyek Six Sigma Gagal, Mengapa? |
Minggu, 08 Agustus 2010 17:00 WIB
|
| |
Metode Taguchi, Tingkatkan Kualitas Produk |
Minggu, 18 Juli 2010 16:20 WIB
|
| |
Six Sigma Sebagai Senjata Untuk Bertahan dalam Persaingan |
Minggu, 27 Juni 2010 18:00 WIB
|
| |
Perbaikan Terus Menerus (Continuous Improvement) Suatu Keharusan? |
Kamis, 03 Juni 2010 14:00 WIB
|
| |
Menerapkan 5R Di Tempat Kerja Anda |
Kamis, 27 Mei 2010 10:30 WIB
|
| |
|
| |
|
| Perbaikan Terus Menerus (Continuous Improvement) Suatu Keharusan? |
Kamis, 03 Juni 2010 14:00 WIB
Oleh: Palimirma
|
(managementfile – Quality) - Kalau kita berbicara mengenai kualitas, apakah itu menyangkut kualitas produk atau proses atau kualitas sumber daya manusia, maka kualitas memiliki sifat yang sangat fluktuatif atau terus menerus bergerak. Kualitas produk, proses atau sumber daya manusia akan meningkat atau bahkan menurun setiap saat tergantung dari cara kerja faktor-faktor yang ada di sekelilingnya. Apabila masalah kualitas tidak menjadi perhatian utama dalam suatu perusahaan, maka perusahaan tidak akan cepat tanggap terhadap adanya penyimpangan-penyimpangan kualitas yang terjadi dan pada akhirnya tiba-tiba perusahaan menghadapi persoalan yang cukup besar yang sudah lebih sulit untuk penanganannya.
Hal seperti ini biasanya terjadi di perusahaan yang sudah mapan, dimana semua berjalan seperti biasa dan seolah-olah tidak ada permasalahan yang berarti. Kalaupun ada usulan untuk perbaikan-perbaikan yang mengakibatkan adanya perubahan positif, seringkali kurang diterima untuk kemudian diterapkan dalam perusahaan. Dengan kondisi seperti ini maka sebuah perusahaan akan sulit untuk berkembang dan meningkat di dalam hal produktivitas. Mungkin dalam jangka pendek perusahaan tersebut akan survive, tetapi dalam jangka panjang belum tentu perusahaan itu akan survive. Secara realitas semua perusahaan competitor berlomba-lomba berusaha untuk menjadi yang terbaik dan menguasai pasar.
Untuk itu di setiap perusahaan diharuskan untuk membangun sistem kualitas modern sehingga kualitas dari semua faktor produksi akan dilakukan perbaikan secara terus menerus yang pada akhirnya akan meningkatkan profit. Langkah-langkah praktis yang dapat diikuti dalam rangka menerapkan perbaikan kualitas secara terus menerus.
Pertama, penting sekali menciptakan apa yang menjadi tujuan yang jitu ke arah perbaikan barang maupun produk dan jasa, tanpa tujuan pastilah kita tidak akan konsisten dalam menjaga kualitas secara terus menerus. Tujuan misalnya kalau untuk kualitas jasa pelayanan di sebuah bank adalah tepat waktu, tulus dan tuntas.
Langkah kedua adalah susunlah standar kualitas kerja supaya ada langkah-langkah kerja yang tetap terjaga setiap saat, diperlukan juga indikator-indikator yang menjamin kualitas tersebut. Setelah kita menetapkan tujuan yang penting selanjutnya menjabarkan tujuan tersebut kepada langkah-langkah yang praktis, misalnya yang disebut tulus dalam pelayanan di Bank adalah senantiasa tersenyum terhadap nasabah, nah hal ini yang perlu dilakukan dan diukur .
Langkah praktis yang ketiga adalah libatkan selutuh karyawan agar tujuan dan standar dijalankan. Kualitas adalah milik aeluruh anggota perusahaan karena itu melibatkan seluruh karyawan adalah hal yang sangat penting. Kembali ke contoh tadi maka sekarang yang diperlukan adalah membiasakan seluruh karyawan tersenyum setiap bertemu satu dengan yang lain,sehingga bukan saja karyawan yang berhadapan dengan nasabah saja yang tersenyum namun seluruh Bank itu memiliki senyum yang tulus.
Bila langkah-langkah tadi ada dalam sebuah perusahaan maka kualitas yang terus menerus diperbaiki dan dijaga akan tercapai.
PM/RP/mgf
|
|
|
|