Home : Vibizportal.com | Vibizconsulting.com
VIBIZPORTAL.COM    Dailynews    Regional    Management    ICT    Lifestyle    Jobs & Career    Forum
Home Risk Management Sales & Marketing Services & CRM ICT Human Resources TAX & Accounting Quality Management Leadership & Corp. Culture Strategic Management
Journal Column Experts
FINANCE & ACCOUNTING
  JOURNAL

Bank Asing Paling Agresif Turunkan Bunga Kredit
Sabtu, 04 September 2010 12.30 WIB
 

BI: Sampai Agustus Rupiah Menguat 13,4%
Sabtu, 04 September 2010 12.10 WIB
 

RI Jangan Takut Kehilangan Investasi Malaysia
Jumat, 03 September 2010 13.10 WIB
 

RI-India Sepakat Genjot Perdagangan US$ 15 Miliar
Jumat, 03 September 2010 12.30 WIB
 

Sandiaga Uno: Jumlah UMKM RI 2 Kali Lipat Malaysia
Jumat, 03 September 2010 11.35 WIB
 

UMKM Sumbang 53% PDB RI
Jumat, 03 September 2010 11.40 WIB
 

Subsidi Listrik 2011 Dikurangi, TDL Belum Tentu Naik
Kamis, 02 September 2010 16.10 WIB
 

Agus Marto: Penguatan Rupiah Picu Derasnya Impor
Kamis, 02 September 2010 15.50 WIB
 

DPR Minta Patokan Harga Minyak 2011 Turun Jadi US$ 77 per Barel
Kamis, 02 September 2010 15.45 WIB
 

Hatta: Malaysia Investor Kelima Terbesar di RI
Kamis, 02 September 2010 15.15 WIB
 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 
Realisasi Investasi Semester I Capai Rp 468,4 Triliun
Selasa, 27 Juli 2010 15.45 WIB
Oleh: Iin Caratri

(managementfile - Finance) - Pemerintah optimistis realisasi investasi keseluruhan hingga akhir tahun 2010 mencapai Rp 1.894 triliun. Hingga akhir semester I-2010 investasi yang masuk telah mencapai Rp 468,4 triliun.

"Dengan target kita akhir tahun itu Rp 1.800 sekian triliun optimistis itu akan terlampaui," ucap Menko Perekonomian Hatta Rajasa, di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (26/7/2010).

Hatta menyatakan hingga saat ini Investasi telah mencapai Rp 468 triliun. Jumlah tersebut termasuk investasi dari Pemerintah, Swasta, dan Foreign Direct Invesment (FDI).

Untuk mencapai target tersebut, tambah Hatta, pemerintah akan memperbaiki iklim investasi dengan melakukan suatu perubahan pada struktur Peraturan Pemerintah (PP) dari empat kelompok kerja menjadi dua.

"Yaitu kelompok kerja yang terkait dengan ekspor langsung di bawah Menteri Perdagangan yang satu lagi berkaitan dengan investasi ada langsung di BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal)," jelasnya.

Selan itu, Hatta menyatakan Pemerintah juga berencana menyelesaikan restrukturisasi pada program Public Private Partnership (PPP). Nantinya, lanjut Hatta, akan ada semacam sistem back office dan front office bagi seluruh proyek-proyek yang ditawarkan atau digodok di Kementerian dan Bappenas.

"Setelah itu matang diserahkan sepenuhnya ke BKPM untuk ditawarkan dan selesai di situ segala urusan selesai di situ tidak perlu ke mana-mana," tukasnya.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida S. Alisjahbana menyatakan dari target investasi tersebut, porsi pemerintah sebesar 11,6% untuk belanja modal atau senilai Rp 220 triliun. Sedangkan, sisanya merupakan investasi pihak swasta.

"Kalau swasta, macam-macam, ada yang dari kredit perbankan, kredit investasi modal kerja, ada yang dari pasar modal, obligasi swasta, ada yang swasta tapi dari luar negeri, antara lain PMA (Penanaman Modal Asing)," jelasnya.

Namun, yang menjadi kendala adalah masalah penyerapan yang masih rendah.

"Masih banyak kendala yang harus diselesaikan, terutama pengadaan lahan. Bagaimana mempercepat pembahasan RUU pengadaan lahan untuk kepentingan publik, di mana menurut Menko akan didorong setelah selesai reses dan itu prioritas," pungkasnya.

(ic/IC/dtc)



 


LEAVE A COMMENT
Nama *:
Email *: ( tidak ditampilkan )
Website: ( tanpa http:// )
Comment *:
Code *:
Bookmark and Share
ADVERTISING

Our Link | Privacy Policy | Contact Us Copyrights © 2008 managementfile.com, Powered by Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlife.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizportal.com - vibiznews.com - beritadaerah.com - visijobs.com - shoppingandnews.com - ictfiles.com