| LEADERSHIP & CORP. CULTURE JOURNAL |
Executive Coaching, Pengembangan Bagi Pemimpin |
Rabu, 08 September 2010 15:40 WIB
|
| |
Menjadi Pemimpin yang Memberi Contoh |
Minggu, 05 September 2010 18:40 WIB
|
| |
Membiasakan Budaya Disiplin Pada Karyawan |
Kamis, 02 September 2010 17:00 WIB
|
| |
Pentingnya Peran Pemimpin dalam Mendorong Motivasi pada Karyawan. |
Minggu, 29 Agustus 2010 18:00 WIB
|
| |
Sikap Pemimpin dalam Mengatasi Komplain yang Datang |
Minggu, 29 Agustus 2010 18:00 WIB
|
| |
Pemimpin Tidak Dapat Mengambil Keputusan Efektif, Mengapa? |
Sabtu, 28 Agustus 2010 16:30 WIB
|
| |
Penetapan Target Kerja (Goal Setting) Untuk Meningkatkan Produktivitas Tim (1) |
Jumat, 27 Agustus 2010 12:00 WIB
|
| |
Menjadi Pemimpin Yang Sukses Dan Menyenangkan |
Minggu, 22 Agustus 2010 18:00 WIB
|
| |
Apa yang Diharapkan dari Seorang Pemimpin? |
Jumat, 20 Agustus 2010 10:00 WIB
|
| |
Mengenal Berbagai Tipe dan Peran dalam Tim (2) |
Jumat, 20 Agustus 2010 10:00 WIB
|
| |
|
| |
|
| Executive Coaching, Pengembangan Bagi Pemimpin |
Rabu, 08 September 2010 15:40 WIB
Oleh: Rinella Putri
|
(Vibizmanagement - Leadership) – Executive coaching merupakan langkah yang sangat penting bagi pengembangan pemimpin dalam organisasi. Coaching dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas karyawan, sekaligus membentuk pemimpin sesuai dengan yang diinginkan.
Manfaat Coaching
Setiap orang mempunyai kelemahan, termasuk pemimpin. Melalui coaching, pemimpin dapat memperbaiki kelemahannya dan mengembangkan dirinya terus menerus supaya jadi lebih baik. Coaching juga dipandang sebagai tool untuk meningkatkan mereka yang kinerjanya di bawah ekspektasi.
Coaching juga sangat bermanfaat bagi organisasi untuk membentuk calon pemimpin supaya mempunyai skill-skill yang dibutuhkannya di masa depan. Menurut survey tahun 2004 oleh Right Management Consultants, 86% perusahaan memanfaatkan coaching untuk meningkatkan skill individu yang merupakan pemimpin organisasi di masa depan.
Selain itu, coaching juga bermanfaat ketika sedang terjadi suatu perubahan, misalnya seperti pemimpin baru dapat promosi ataupun memperoleh tugas yang baru. Ketika pemimpin memperoleh suatu tugas yang baru, meskipun dia sudah punya skill yang dibutuhkan untuk mengerjakan tugas tersebut, namun ia tetap membutuhkan coaching untuk mempertajam skill yang dimilikinya, serta memperoleh saran-saran yang berguna.
Kunci Sukses Executive Coaching
Executive Buy-In
Hal yang mutlak supaya executive coaching berjalan dengan sukses adalah persetujuan dan komitmen dari para eksekutif yang mengikuti coaching tersebut. Eksekutif harus memahami peran penting coaching bagi pengembangan diri mereka, baru mereka bisa berkomitmen untuk serius mengikuti coaching tersebut. Tanpa persetujuan eksekutif, coaching hanya sekedar jadi komunikasi satu arah yang terlewatkan begitu saja. Sehingga eksekutif pun tidak dapat mengambil manfaat dari coaching tersebut.
Trust
Faktor kedua yang diperlukan untuk kesuksesan coaching adalah elemen trust. Coaching membutuhkan kerjasama dari kedua belah pihak. Satu pihak harus mau mentransfer skill dan knowledge-nya kepada pihak lain, yang dengan rela menerimanya dan menjadikannya basis untuk berkembang. Tanpa ada elemen trust, maka komunikasi tidak akan berjalan lancar. Misalnya, jika orang yang di-coach tidak percaya bahwa coach-nya cukup kompeten, maka tentunya coaching ini bakal jadi sia-sia. Oleh karena itu, penting untuk memilih coach yang memang sudah berpengalaman, dan memang terbukti kesuksesannya dalam memimpin.
Konsisten
Terakhir, coaching tidak dapat dilakukan hanya dengan sekejap, melainkan butuh waktu yang cukup panjang dan usaha yang tidak sedikit. Coach harus berkomitmen untuk konsisten melakukan coaching melalui diskusi dan feedback, sehingga eksekutif dapat berkembang secara terus menerus.
RP/RP/vbm
|
|
|
|