FINANCIAL JOURNAL
Metode Pencatatan dalam Penggabungan Usaha
   Oleh : Iin Caratri



Senin, 07 September 2009 12:00 WIB
(managementfile –Finance) – Salah satu cara bisnis tumbuh adalah dengan melakukan penggabungan usaha. Penggabungan usaha ini mempunyai dua metode pencatatan transaksi yang berbeda, dan digunakan dalam kondisi yang berbeda pula. Kedua metode tersebut antara lain adalah metode penyatuan kepentingan (pooling of interest) dan metode pembelian (purchase method).

Metode Penyatuan kepentingan (pooling of interest)
Asumsi dasar penggunaan metode ini adalah kepemilikan dari perusahaan-perusahaan yang bergabung disatukan dan relatif tidak mengalami perubahan pada perusahaan gabungan. Dalam hal ini, para pemegang saham secara bersama-sama mengendalikan seluruh (atau secara efektif seluruh) aktiva neto dan operasi dan manajemen perusahaan-perusahaan yang bergabung menjadi manajemen perusahaan gabungan.

Dalam metode ini, aktiva dan kewajiban akan dibukukan sebesar nilai yang tercatat pada buku perusahaan yang bergabung. Laba ditahan (retained earnings) perusahaan-perusahaan yang bergabung juga digabungkan dalam perusahaan gabungan. Perhitungan rugi laba dari usaha gabungan tersebut untuk periode terjadinya penggabungan harus melaporkan hasil operasi gabungan dari perusahaan-perusahaan pembentuk untuk seluruh periode dimana penggabungan terlaksana, seakan-akan penggabungan telah dilakukan pada awal periode.

Apabila laporan keuangan komparatif disajikan dengan tahun-tahun sebelumnya, maka laopran tersebut harus disajikan kembali (restated) seolah-olah penggabungan telah terjadi sebelumnya dengan mengungkapkan bahwa laporan keuangan sebelumnya telah digabung.

Karena saldo ekuitas pemegang saham dari perusahaan yang bergabung tetap dipertahankan sebesar nilai bukunya, maka semua biaya yang terjadi dalam penerbitan saham untuk melaksanakan penggabungan tersebut dianggap sebagai bebanri s perusahaan gabungan pada saat terjadinya.

Metode Pembelian (purchase method)
Semua bentuk penggabungan usaha yang tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam metode penyatuan kepentingan harus dicatat dengan menggunakan metode pembelian. Dengan metode pembelian, nilai perolehan suatu perusahaan dalam mengakuisisi perusahaan lain diukur berdasarkan pembayaran yang dilakukan atau nilai wajar dari saham yang diterbitkan untuk memperolehnya.

Biaya yang terjadi sehubungan dengan penggabungan usaha terdiri atas biaya langsung atas penggabungan usaha misalnya jasa konsultan hokum, konsultan, jasa perantara dan jasa lain selain biaya registrastrasi atau penerbitan saham. Biaya registrasi dan penerbitan saham dicatat sebagai pengurang agio saham. Biaya tidak langsung misalnya gaji manajemen, depresiasi, dan sewa adalah biaya bagi kedua metode penyatuan kepentingan maupun metode pembelian.

Pedoman umum dalam menentukan nilai wajar ativa dan kewajiban yang di akuisisi terdapat dalam PSAK No. 22 paragraf 36. Jika terjadi selisih antara biaya perolehan dan bagian perusahaan pengakuisisi atas nilai wajar aktiva aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasi, maka selisih tersebut dibukukan sebagai goodwill. Goodwill hanya terdapat pada penggabungan usaha yang berupa pembelian, dan hal itu merupakan aktiva tak berwujud pada pembukuan pembeli. Goodwill yang timbul akibat akuisisi mencerminkan pembayaran yang dilakukan oleh pengakuisisi untuk mengantisipasi manfaat ekonomis yang akan diperoleh di masa depan. Manfaat ekonomi tersebut mungkin dihasilkan dari suatu sinergi antar asset yang diakuisisi, atau dari asset yang tidak memenuhi persyaratan untuk diakui dalam laporan keuangan namun perusahaan pengakuisisi bersedia membayarnya dalam akuisisi tersebut.

Goodwill harus diamortisasi sebagai beban menurut masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus,kecuali ada metode lain yang dianggap lebih tepat pada keadaan tertentu. Periode amortisasi tidak boleh lebih dari lima tahun, kecuali periode yang lebih panjang tetapi tidak boleh lebih dari 20 tahun sepanjang terdapat dasar yang tepat (justifiable).

IC/RP/mgf
Bookmark and Share
Berita Terkait :


COMMENT
LEAVE A COMMENT

       
Nama * :  
Email * : (tidak ditampilkan)
Website : (tanpa http:// )
Comment :  
Code * :  
     
     
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
News Journal Column Experts
News Journal Column Experts
Journal Column Experts