HUMAN RESOURCES JOURNAL
Dampak SDM Bagi Kemajuan Perusahaan
Senin, 20 September 2010 12.10 WIB
Menghadapi si "Big Mouth"
Minggu, 19 September 2010 09.40 WIB
Etika Menulis Surat Resign
Minggu, 19 September 2010 09.40 WIB
Membuat Suasana Meeting Kantor Yang Menyenangkan
Minggu, 19 September 2010 08.30 WIB
Karakter Menentukan Keberhasilan
Rabu, 15 September 2010 14.15 WIB
Memotivasi Diri Sendiri
Rabu, 15 September 2010 10.30 WIB
HRD Membantu Efisiensi Perusahaan
Rabu, 15 September 2010 10.30 WIB
Rekrutment Yang Berhasil
Senin, 13 September 2010 15.45 WIB
Haruskah Saya Mengundurkan Diri??
Senin, 13 September 2010 15.30 WIB
‹ First  < 33 3435 36 37 >  Last ›
Etika Menulis Surat Resign
   Oleh : Henny Novitasari



Minggu, 19 September 2010 09.40 WIB
(Vibizmanagement - HR) - Di masa yang seperti ini, mencari pekerjaan tak semudah membalik telapak tangan. Namun ketika Anda telah memiliki pekerjaan, tak jarang akan banyak rintangan yang dihadapi. Misalnya mulai dari mempertahankan kedudukan, pemenuhan kebutuhan batin dan banyak hal lainnya. Tak heran, Anda pun mulai gerah di tempat kerja yang tidak jarang ujungnya berakhir dengan mengeluarkan surat resign.

Surat resign bukan semata pernyataan selamat tinggal kepada kantor lama. Ini bisa menjadi 'jembatan' untuk menjalin hubungan baik di kemudian hari.

Anda sudah 'gerah' dengan pekerjaan lama dan ingin segera menempati posisi baru yang lebih seru. Sabar. Supaya kepergian Anda tidak menimbulkan 'huru-hara', ada prosedur pengunduran diri yang mesti diikuti. Salah satunya, menulis surat resign atau surat pernyataan pengunduran diri.
Jangan lupa, sebelum melayangkan surat, mintalah waktu untuk memberitahu atasan secara lisan tentang keputusan Anda untuk berhenti bekerja. Jika setelahnya keputusan itu tak berubah, tulislah surat resign dengan sistematika sebagai berikut:

Opening
Seperti surat resmi lainnya, bagian ini berisi informasi tentang nama orang yang dituju- atasan Anda langsung atau terkadang juga disertai tembusan kepada sejumlah pihak terkait seperti bagian personalia dan keuangan.
Tuliskan pula nama pemohon secara lengkap, jabatan terakhir yang dipegang, serta tanggal surat disampaikan. Pencantuman tanggal surat pengunduran diri disampaikan amat penting sebagai patokan untuk menandai hari terakhir Anda bekerja.

Content of Letter
Di sinilah Anda menuliskan pernyataan pengunduran diri beserta informasi tentang tanggal terakhir Anda bekerja. Meski tergoda setengah mati untuk menyampaikan uneg-uneg yang menyebabkan resign, jangan sekali-kali menuliskan komentar yang sifatnya pribadi.
Ingatlah bahwa surat pengunduran diri tersebut adalah pernyataan resmi dari Anda dan akan diarsip oleh perusahaan selama jangka waktu tertentu. Sewaktu-waktu surat tersebut bisa saja dilihat oleh orang lain yang membutuhkan referensi atau informasi tentang diri Anda. Bukan tidak mungkin pula suatu saat Anda membutuhkan jasa mantan atasan untuk membuat surat referensi dan rekomendasi. Jadi, sisakan saja komentar Anda untuk disampaikan secara lisan pada saat exit interview.

Closing
Sebagai sopan santun, ucapkan terima kasih dan penghargaan atas kesempatan bekerja serta bimbingan yang diberikan oleh atasan. Boleh juga menyertakan rasa penyesalan bahwa Anda tidak dapat bergabung lebih lama lagi.

Cantumkan harapan Anda untuk menjalin hubungan baik dengan perusahaan serta nomor kontak atau alamat email yang dapat dihubungi. Siapa tahu di masa depan akan ada proyek yang diberikan kepada Anda atau tawaran untuk bekerja kembali di perusahaan lama dengan kompensasi yang jauh lebih menggiurkan.

(HN/IC/vbm)
Bookmark and Share
Berita Terkait :


COMMENT
LEAVE A COMMENT

       
Nama * :  
Email * : (tidak ditampilkan)
Website : (tanpa http:// )
Comment :  
Code * :  
     
     
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
News Journal Column Experts
News Journal Column Experts
Journal Column Experts