HUMAN RESOURCES JOURNAL
Beberapa Pertimbangan Dalam Proses Recruitment
   Oleh : Fanya Jodie



Jumat, 15 April 2011 18:34 WIB

(Vibizmanagement - HR) - Suatu perusahaan yang baik adalah perusahaan yang memiliki karyawan yang potensil dan merupakan asset bagi perusahaan. Pertanyaannya saat ini adalah, bagaimana cara menemukan karyawan yang potensil tersebut? Caranya ialah dengan melakukan perekrutan yang didasari oleh pertimbangan tertentu. Merekrut karyawan memang tidak boleh asal-asalan, dan tidak boleh tanpa pertimbangan atau kriteria yang tepat.


Berikut beberapa pertimbangan dalam melakukan proses recruitment :


Institusi atau universitas tempatnya belajar


Seringkali kita mendengar orang bertanya “lulusan mana?”, tetapi hal tersebut sebenarnya merupakan gambaran yang tepat bagaimana sekolah seseorang sangat menentukan dia untuk diterima di suatu perusahaan yang baik atau tidak. Suatu perusahaan pasti menginginkan karyawannya berasal dari instutusi atau universitas ternama dan juga dengan indeks prestasi yang tinggi. Institusi atau universitas yang baik menjadi salah satu pertimbangan utama dalam proses recruitment untuk mendapatkan karyawan yang potensil.


Kreativitas dan Energik Dalam Bekerja


Baik kreativitas maupun energik di dalam bekerja, kedua hal ini sangat dipertimbangkan. Karena, terkadang boss tidak menyukai anak buah yang sekedar “yes boss” saja, melainkan yang berpikir kreatif dan juga memiliki inovasi yang tinggi untuk kemajuan perusahaan. Dia juga bukanlah orang yang meskipun kreatif tapi terlihat lemas, melainkan adalah orang yang energik dan selalu bersemangat di dalam melakukan pekerjaan.


Karena itu, di dalam proses recruitment, perlu dilihat dari lamaran pekerjaannya, apakah ada ciri khas dalam dirinya yang menggambarkan bahwa pelamar adalah pribadi yang kreatif dan energik, seperti contohnya, pelamar adalah orang yang kreatif dalam mencari uang, sejak kuliah ia berbisnis dengan berjualan baju dan dia bersemangat dalam bekerja sehingga bisa membiayai kuliahnya sendiri. Contoh seperti itu menggambarkan bahwa pelamar adalah seorang yang kreatif dan energik dalam pekerjaan, hal tersebut merupakan pertimbangan dalam menerima karyawan di suatu perusahaan.


Cultural Fit


Seorang karyawan yang potensil adalah seorang yang cocok dengan budaya perusahaan. Saya pernah mendengar seorang HR Director di suatu perusahaan berkata “ya meskipun orang itu performance nya bagus, kalau memang value nya tidak sama dengan saya, dan memang dia ingin keluar, silahkan saja. “ Seorang karyawan sebagus apapun pekerjaannya, jika dia tidak cocok dengan budaya perusahaan pastilah pada ujungnya akan keluar. Karena itu, seorang HRD harus bisa menjelaskan kepada calon karyawan mengenai visi misi perusahan, tujuan perusahaan, dan menanyakan kesediaan karyawan untuk mengikuti kebijaksanaan yang ada dan juga kesediaannya untuk bekerja sejalan dengan tujuan perusahaan. Jika pelamar tersebut bersedia, maka barulah hal tersebut bisa dimasukkan pertimbangan untuk menerimanya di dalam perusahaan.


Enterpreneurial Trairs


Seorang karyawan yang potensil juga adalah seorang yang memiliki jiwa entrepreneur atau bisnis. Jika ia memiliki jiwa bisnis, ia juga bukan hanya berpikir untuk gaji dan kenyamanannya saja, melainkan juga berpikir masa depan perusahaan tempatnya bekerja, sehingga ia juga akan berkontribusi besar dalam menyumbangkan ide-ide yang baik untuk kemajuan perusahaan, bukan hanya diam dan tidak perduli pada perusahaan yang penting gaji bulanan masuk ke rekeningnya.


Technical Competencies


Seorang karyawan yang baik adalah seseorang yang sanggup untuk mengerjakan hal-hal yang bersifat teknis di dalam pekerjaan yang diberikan kepadanya. Hal-hal teknis tersebut harus benar-benar dikuasai dengan detil, misalnya ia akan menjadi seorang analis saham, ia harus mengetahui dengan detil mengenai saham, dan juga analisa teknikal juga fundamentalnya, dan juga lain-lainnya.


Self started serious with the company


Keseriusan dengan perusahaan tempat karyawan tersebut akan bekerja merupakan salah satu pertimbangan untuk menerima karyawan di dalam perusahaan. Jika ia terlihat kurang serius dengan perusahaan, hal tersebut bisa dilihat pada saat proses interview. Jika ia memiliki alasan yang kuat untuk bergabung di perusahaan, maka ia bisa dipertimbangkan untuk masuk ke dalam perusahaan. Namun jika ia hanya menjawab ingin mencoba, iseng-iseng, hal tersebut berarti dia tidak serius dengan pekerjaan yang akan diberikan kepadanya.


Passionate with the job


Seorang calon karyawan yang potensil adalah seorang yang memiliki gairah dalam memulai pekerjaan yang akan diberikan kepadanya. Dia akan terlihat semangat dan antusias dalam memberikan yang terbaik, bukan hanya sekedar masuk kantor dan bekerja alakadarnya saja yang penting transfer gaji sampai ke rekeningnya. Seseorang karyawan yang baik harusnya seorang yang all out terhadap pekerjaannya dan sanggup memberikan lebih karena ia tahu bahwa pekerjaan yang dilakukannya memberikan semangat baginya.


(FJ/FJ/VBM)

Bookmark and Share
Berita Terkait :
- Bila Human Resources (HR) Gagal Membekali Karyawan Skill yang sesuai dengan Bisnis Perusahaan


COMMENT
LEAVE A COMMENT

       
Nama * :  
Email * : (tidak ditampilkan)
Website : (tanpa http:// )
Comment :  
Code * :  
     
     
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
News Journal Column Experts
News Journal Column Experts
Journal Column Experts