SALES & MARKETING JOURNAL
BlackRock’s Bullish Approach to Asia
Jumat, 30 Maret 2012 12.05 WIB
Memilih Media Promosi Yang Tepat
Senin, 26 Maret 2012 20.56 WIB
Tips Keberhasilan Seorang Sales
Selasa, 20 Maret 2012 14.41 WIB
China Eyed as Next Educational Frontier
Rabu, 14 Maret 2012 14.00 WIB
Good Brew : Happy Employees, Local Flair
Kamis, 08 Maret 2012 11.25 WIB
Tepatkah Berkarir Dalam Dunia Sales?
Rabu, 29 Februari 2012 09.55 WIB
1 2 3 >  Last ›
Strategi Marketing Starbucks Yang Berhasil
   Oleh : Debbie Kusuma



Minggu, 10 Oktober 2010 06.01 WIB
(Vibizmanagement - Sales) - Apa yang dilakukan oleh Starbucks Corp menangkis imbas krisis subprime mortgage dan mempertahankan pangsa pasarnya ?

1. Salah satunya, memancing pelanggan di pagi dan sore hari sekaligus.

Setelah menyatakan akan menutup ratusan gerainya, kedai kopi ini akan menawarkan paket murah minum ngopi di sore hari. Strategi ini dilakukan bukan untuk mengobral produknya, namun untuk mendongkrak angka penjualannya.

Seperti diketahui produsen minuman kopi ini akan menutup 600 gerainya dan memangkas setidaknya 12 ribu karyawan. Tidak hanya pada unit bisnisnya yang berada di Amerika Serikat saja, 61 dari 84 gerainya di Negeri Kanguru alias Australia juga ditutup. Akibatnya, sekira 700 karyawan akan dirumahkan.

Goncangan ini merupakan imbas hentakan resesi ekonomi Negeri Paman Sam yang mengakibatkan merosotnya daya beli masyarakat. Kekacauan ekonomi ini diperparah dengan harga minyak mentah dunia yang menggila dan banyaknya pengangguran akibat banyak perusahaan yang gulung tikar.

Sadar akan kondisi yang tidak menguntungkan ini, manajemen Starbucks langsung melakukan berbagai promosi. Salah satunya ya paket ngopi sore tesebut.

“Saat ini, kita harus melihat berbagai relevansi. Para konsumen akan mencari harga yang pas,” ujar Vice President for Customer Relationship Management Starbucks Brad Stevens, seperti dikutip oleh Reuters.

Dalam membidik pelanggan, Starbucks cukup cerdik. Dia tidak hanya menggaet pelanggan di sore hari. Namun, juga pelanggan di pagi hari. Caranya, Starbuck memberikan potongan harga bagi pelanggan yang menunjukan kuitansi pembelian di pagi hari. Dengan demikian, perusahaan kopi kelas dunia ini mampu mengeruk pembeli dua kali lipat.

Bagi pelanggan yang menunjukan kuitansi, maka mereka hanya mengocek dana USD2 per cangkir kopi. Hanya dengan mengeluarkan uang yang cukup murah untuk ukuran di Amerika, pelanggan disuguhkan kopi jenis grande atau minuman ukuran medium. Para penggemar kopi ini bisa mulai ngopi murah pukul 14.00 waktu setempat.

Stevens meyakini, Starbucks mampu mengalahkan pesaingnya yakni Mc Donalds dan Burger King

2. Starbucks gencar melakukan kampanye baru di dunia maya. Mulai dari Twitter, Facebook, YouTube, ia gandeng demi merangkul lebih banyak orang dibanding lewat media tradisional.

Startegi pemasaran yang terbilang unik pun mereka lakukan, salah satunya adalah dengan perlombaan di Twitter. Starbucks memanfaatkan kekuatan situs jejaring dengan memberikan tantangan pada orang-orang untuk menjadi yang pertama memposting foto poster Starbucks di Twitter.

Kampanye yang dimulai pada bulan ini, merupakan langkah untuk mengimbangi kampanye minuman kopi yang dilakukan McDonald's dengan budget gila-gilaan mereka di TV, billboard, dan media lini atas lainnya.

Starbucks yakin, lewat media online, selain budget yang mereka keluarkan bisa ditekan, merekapun bisa menjaring jumlah orang yang lebih banyak.

"Inilah perbedaan antara perilisan dengan dana jutaan dollar versus jutaan fans," begitu ungkap Mr. Bruzzo dari Starbucks, jaringan kedai kopi yang telah mendunia ini.

Tak hanya Twitter, situs video YouTube juga dimanfaatkan untuk promosi. Promosi ini dikemas dalam bentuk kontes bagi pekerjanya.

Ternyata, kontes foto yang dilakukan Facebook terinspirasi dari apa yang dilakukan orang-orang melalui Facebook dan Twitter. Setiap tahunnya orang-orang berlomba melakukan posting foto pertama dari toko Starbucks yang didekor bernuansa merah saat liburan. Begitu juga di Flickr, mereka berlomba memamerkan foto beberapa foto toko Starbucks dalam shot yang sama.

Starbucks optimistis kampanye tersebut akan didukung oleh 1,5 juta fans Facebook dan 183.000 follower di Twitter

(DK/IC/vbm)
Bookmark and Share
Berita Terkait :


COMMENT
LEAVE A COMMENT

       
Nama * :  
Email * : (tidak ditampilkan)
Website : (tanpa http:// )
Comment :  
Code * :  
     
     
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
News Journal Column Experts
News Journal Column Experts
Journal Column Experts