GENERAL & STRATEGIC JOURNAL
Mengintegrasikan Balanced Scorecard dengan Six Sigma
   Oleh : Rinella Putri



Kamis, 03 Januari 2008 07:00 WIB
(Vibiznews - Strategic) - Mengapa perusahaan harus repot-repot mengimplementasikan Six Sigma? Jwabannya hanya ada satu: penghematan. Perusahaan yang beroperasi pada level 3 atau 4umumnya mengeluarkan sekitar 25 dan 40 persen pendapatannya. Kemudian, organisasi yang beroperasi pada level 6 mengeluarkan kurang dari 5 persen dari pendapatannya untuk memecahkan masalah. Hal ini diungkapkan oleh Thomas Pyzdek pada bukunya The Six Sigma Handbook.

Untuk mencapai kinerja yang diharapkan oleh stakeholder, maka aktivitas dan proyek Six Sigma organisasi harus selaras dengan strategi organisasi. Dalam rangka memperoleh manfaat optimal Six Sigma dan membantu karyawan supaya terus focus kepada strategi, maka organisasi harus mengidentifikasi tujuan. Strategi dan tujuan dibangun atas pengarh stakeholder baik dari dalam maupun luar organisasi. Tujuan dan strategi yang dibuat tanpa pertimbangan karyawan, pemegang saham dan pelanggan, dapat menghasilkan penurunan kinerja.

Balanced Scorecard adalah perangkat yang memungkinkan organisasi untuk mempertahankan perspektif dari beragam stakeholder dengan menyediakan penilaian yang komplet mengenai kemajuan organisasi. Dengan mempertahankan focus pada Balanced Scorecard, karyawan dapat meningkatkan kinerja salah satu bagian organisasi tanpa membahayakan bagian lain. Seperti halnya dengan Six Sigma, Balanced Scorecard mendorong para pemimpin untuk memandang ke luar serta ke dalam organisasi.

Balanced Scorecard, menurut Pyzdek, mensyaratkan para kesekutif untuk menerjemahkan misi organisasi menjadi ukuran kinerja untuk dapat mengkomunikasikan empat perspektif secara efektif, antara lain:
• Customer: bagaimana pelanggan memandang organisasi?
• Proses Internal: dimana perusahaan harus berkembang?
• Learning/Growth: bagaimana organisasi dapat terus meningkat dan menciptakan nilai?
• Finansial: bagaimana para pemegang saham memandang organisasi?

Melalui empat perspektif ini, metrik dan tujuan organisasi terintegrasi dengan strategy map, yaitu diagram yang merefleksikan hubungan sebab dan akibat antara tujuan stratejik dalam empat perspektif. Pada inti utama dari strategy map terdapat learning & growth. Growth dan perkembangan karyawan merupakan katalis bagi kinerja organisasi dan punya pengaruh langsing terhadap kesuksesan proses internal. Pekerja yang dilatih dengan baik dapat melakukan proses yang kompleks sehingga nantinya meningkatkan efisiensi.

Meningkatnya efisiensi dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan, karena efisiensi bisa berarti pelayanan yang lebih cepat.Kepuasan pelanggan yang lebih ini dapat menghasilkan pendapatan lebih besar, yang berarti kinerja finansial lebih bagus, dan langsung mempengaruhi kepuasan dari pemegang saham.


Lanjutan: "Melibatkan Semua Orang dalam Integrasi Balanced Scorecard dan Six Sigma"
Bookmark and Share
Berita Terkait :


COMMENT
LEAVE A COMMENT

       
Nama * :  
Email * : (tidak ditampilkan)
Website : (tanpa http:// )
Comment :  
Code * :  
     
     
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
News Journal Column Experts
News Journal Column Experts
Journal Column Experts